Monday, January 6, 2014

2013 VS 2014



“Selalu ada tempat untuk pulang,” dan aku berharap ini akan menjadi salah satunya. Belum lama memang. Dan mungkin karena alasan palsu pula aku akhirnya mencicipinya.. Aku tidak akan menoleh semalam. Depanku esok yang TULUS.."


Buntu aku keliru lalu rebah aku di muara gelisah yang meresahkan... kumohon daripada-MU damaikanlah sekeping hati yang penuh sulaman nan rapuh... rakusnya sembilu duka... Tabahkah aku untuk menghadapi hari muka? aku harus tabah...

Apakah yang akan berlaku pada memori lalu kiranya rasa kasih dan cinta di waktu dan saat itu dibuang jauh?








Hari ini, ketika aku membaca halaman demi halaman buku ini, Insya Allah aku sudah memahami hakikat dalam mengambil sebuah keputusan ketika kita dihadapkan dalam sebuah pilihan. Memilih salah satu. Memilih untuk iya,


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

~Wahai HaTi~


Di terpaan subuh..

bertasbih dengan hari dan cinta


berharap hari-hari 


meniti bahagia di ranum wajahmu


di rindu dan kasih sayang


.berlabuh di kesabaran nan jauh hari


wahai pemilik hati


ku masih menuntun janji


untukmu dalam jiwa dan hatiku


wahai yang terindah


ku masih menyimpan rindu


di sing-sing  mentari yang redup


wahai cinta bersabarlah







Hujung itu tanpa simpang dan jalan.




**ini kata janji mu**


Hari ini,,,,,,tiada kesedihan yang menyelimutiku,,,,,,
tiada air mata yang kering dipipiku,,,,
hati teriris,,,,,aku tidak mau meratap
tapi kesedihan telah menguasaiku,,,
hari ini,,kuantar bidadariku,,ke pusara abadi,,,,
di pusara yang pernah terjamah,,,,alunan cintaku padanya,,,
kesedihanku,,,tidak sama dengan kesedihan di hari pernikahanmu,,,
kesedihanku,,,hari ini,,,,lebih dalam,,,,
walau dulu aku tidak memilikimu,,,tapi aku bisa melihatmu bahagia dan tersenyum,,,,
tapi hari ini,,,,,aku benar-benar kehilanganmu  bidadariku,,,,,,,
" kata2 yang selalu terngiang,,,di hatiku."


Aku sebenarnya belum mati, aku telah mati dalam kehidupan dan kenanganmu..tercatat sudah kalimah perpisahan saat kau pusarakan tentang harapku..
Betapa aku berjuang di pelamin kaca membelah tapak dan menghiris jiwa.sehingga satu ketika pelaminku musnah kerana mengintai janji..




C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...