Cinta Kasih

Monday, June 18, 2012

~DIA....



                                            (¯`'•.¸**¸.•'´¯)


Berjejesan tinta melurut jatuh, berserak aksara menggamit rindu, melukis seperca kasih jernih, terhanyut di kauthsar kudus, bercantum Kaf & Nun, menyalalah samesta, dengan cinta!








DIA....


Seribut malam, kutanya petir yang memokah rasa 
berakar api membakar sukma, di mana Dia?
dalam kejang rindu mendawai sayu,
kuredah 7 benua mengijak selaut bara
menapak lorong-lorong kasih antara tangkai mawar
berselirat duri-duri, mendarah kulit nyawa
di mana Dia?

Jika tanjak-tanjak racun Kau sulur
melingkung tubuhku yang sekian lama luka
bunuhlah jasadku berkeping-keping
lontar cebis-cebis aku ke anjing
lihat, bagaimana ia mengoyak derita
tangis matanya tidak sanggup,
pun mencium sengsara yang kutanggung

~Aku mohon pdMu Rabb, Ampunkan aku~
~Banyalnya aral, bagai duri di belantara maut.. Tingginya taubat, bagai tak tergapai dek jiwaku yang lusuh...

Di mana Dia?

Tika samudra Ruh-ku menghirup anggur
beralun ombak mabuk, mengendung dzauk
Hu Kau kuseru..
menggelegak darah bergegar jantung
berbinar kalimat melarut ke ubun-ubun
datanglah sakarat, segengam maut
aku pasrah dalam sujud dalam hujan meribut
aku tergadah berbilang fana, dalam asmakMu nan bercahaya

mendebulah Diri dalam ungkap Haq
meleburlah hati dalam qalam Kaf
O Yunus yang rendah bersimpuh
jabatlah Nun Mu ke limpa jantung
aku mahu berkabung;
Derita merejam benakku
Sehingga aku kenal siapa aku
aku sebenarnya HAMBA MU YA RABB..

"LailLah hailLah anta, subhanaka inni kuntu minazzolimin"


amalku terlampau sedikit sedang dosaku ibarat pasir-pasir..


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Dan Aku TerSungKur Rebah...






Dan Aku TerSungKur Rebah...







( MC hu hu..) Isnin/18/06/20112... ( siap ada tarikh ni..;p )

Azan subuh berkumandang.

~Aku terlayang bagaikan aku masih di tanah suci. Suara muazzin dari surah P8 mendayu-dayu..

Dikejutkan dengan laungan azan sebegitu sungguh mengusik kalbu, itu belum termasuk mendengar laungan azan di Madinah ( teringat masa umrah 2011 ) Rasa kali ini aku mau ke sana lagi hu hu... Hati yang keras, muka yang bengis, perasaan benci, semua gugur, yang tinggal masing masing mengelap airmata, ada yang menangis tersedu-sedu.
Kenangkan from Allah we came, to Him we return. (Rajuk lagi kah aku? Apakah datang ke Mekah tika hati walang dan hancur? Maafkan aku Allah ).

Dua rakaat yang pendek itu, selalu juga terbabas tatkala jam 7. Kesal. Dan, terasa aib pada diri sendiri. Seolah tiang sudah mula retak di dasarnya. Bertambah kesal, bila jarang sekali diiringi doa panjang apatah lagi wirid dan tasbih. Aduhai, aku! Kau sudah melupakan pesanNya!

Lagi, terasa sungguh hina. Bila Ramadhan yang tinggal sebulan lagi, Rejab hampir mengucapkan wida’. Puasa, tapi berpuasa lapar dahaga sahaja. Puasa perut, tapi mulut tidak pernah lapar dari merengek dan kurang bersyukur. Nauzubillah.

Kekuatan apakah lagi yang harus ku hadapi Ya Allah.
Keadaan bagaimanakah lagi harus ku bersabar Ya Allah.




Aku mencari Allah di setiap sujudkumsandaran cinTaku...




Sungguh, aku kalah.


Kalah dengan segala nista di pagi Rejab yang bakal berakhir ini. Pulangkanlah aku ke jalan yang benar. Pulangkanlah aku ke sisiMu Ya Allah. Pulangkanlah seluruh alam ke jalan yang benar. Doaku untuk dia, mereka dan mereka yang aku sayang.
Sebenarnya dalam resah dan payah demam selesema yang menyerang ini, jauh di lubuk hatiku, aku sangat merindui anakku Muhd. Nasseem ya Allah, apakah tahun ini seperti tahun lalu juga, aku harus menatang sakit atas kerinduan. Cinta tidak membunuhku, tapi aku boleh mati kerana KERINDUAN..
~Teringat pagi tadi..hu hu..
( hampir tiap2 pagi sejak sakit ni )

Bangun tidur, jam sudah 5;30am. Tahniah, hampir terlepas sahur lagi.

Terhidu bauan gulai yang bibik panaskan.. ^_______^
( bertarik2 dengan selimut, lagi pun tak sihat, aku paksa juga bibik kejutkan aku ).

Sempat juga aku tersenyum sendiri. Bila bibikku kena marah dek abang kerna kejutkan aku untuk puasa sunat Rejab, ‘dah sakit tak payah puasa, ubat kena makan’ , tegas abang..

Tahun 2011 banyak suka duka. Banyak duka. Aidilfitri 2011 aku tak rai pun, aku lebih suka duduk bersama tetamu Allah di masjidil Haram. Saat itulah paling damai buatku. Rasa tak mahu pulang Malaysia..

Sejenak teringatkan yang pahit pahit, walaupun terasa pedih ulu ati. Pejam mata, pujuk diri sendiri. Yang pahit pahit ini akan segera berlalu.
Waktu sering diusik perasaan bercampur baur, sering juga dimomokkan dengan pelbagai cerita dan kisah membuatkan hati juga resah. Waktu waktu begitu, aku tidak mahu berfikir 2,3 kali hingga menyenakkan kepala.

Lantas,

inilah kerjaku di saat kesunyian di rumah dan hati terasa sedih..hiburkan diri sendiri dengan memasuki alam lain. eh eh..


Alam lain? Hiks2..dah 2012 ni mekkkk!!..

Flu3...



C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Sunday, June 17, 2012

~Hari ini Tentamg Aku~



...Tulisan tentang dunia kecilku dimana didalamnya terdapat orang-orang yang aku sayangi


Ermmm. aku nk cite tentang aku..Aku ni sorng Aku lah.. Aku je, bukan orang lain selain AKU..mau tau gak ke tentang AKU??




     Huarghhhhhhh.... marahnya aku... geramnya aku...  tak dapat kawal perasaan dah ni.... huarghhhhhhhh......
( ni baru intro, aku bukn panas baran pun..sajee..taring lum kuar )





Seorang budak kampung yang pernah menunggang seekor lembu untuk mencari secebis keseronokan.....

Harharharhar.......

tak siapppp..


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Tuesday, June 12, 2012

Misteri Sekeping Hati..




                                     Misteri Sekeping Hati...



Manusia ini penuh misteri.....

Dalam senyum ada sendunya,

Dalam gurau ada terlukanya,

Dalam ketawa ada tangisnya,

Dalam tegar ada lembutnya,

Dalam nafi ada kemahuannya,

Dalam sinis ada maksudnya,

Dalam benar ada bohongnya,

Dalam Janji ada palsunya,

Ada tujuan lain pula maksudnya!

(  kudoakn sang  penderma rasa ini bahagia )

Carilah misteri itu...
adakalanya..
kita akan terdengar tangis dan esakan di istana,
disambut dengan...
hilai dan tawa di ponduk usang!
semua nya kerana manusia itu,
penuh misteri..



.
Dri insan misteri gakkk..:-))








C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Sunday, June 3, 2012

Setangi Kasih Maafkan Aku Teman



                Setangi Kasih Maafkan Aku Teman


Di bawah cahaya petunjukNya, aku temui ketenangan...


Allah…
Pimpinlah diriku,
tuk bangkit semula,
meneruskan langkah,
perjuangan ini,
cekalkan hati dan semangatku,
kurniakan ketabahan,
agar mimpi jadi nyata,
padaMu ku meminta.



rasanya ini lirik nasyid yang aq terdengar entah  berantah di corong mana, main hentam je copu dlm otak dn paste kat sini..sejuk dingin dn bersawang suda laman sayangku ni..


(((((((((((((((((((((((((((((())))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))



Aku mahu nukilkan tentang resah emndesah dilubuk hati di kala senja memanggil..
Senja itu perlahan hadir dan bersanding denganku
Menguai, membaur begitu akrab dikeheningan senja itu
Menyatu dalam bayang
Seolah menelan semua angan yang aku rangkai berkali-kali
Senja itu indah
Namun ada kalanya ia menyeret kita dalam lamunan
Lamunan buaian untuk merajuk kita dalam masa itu
Sudah aku pertimbangkan sekarang
Cukup memandang saja
Menikmatinya
Namun tidak untuk meresapinya

Aduiyaiii... cite pasal petang lagii.. jommm pekena secawan kopi sebuku roti... :p..

* bernti jap penat otak..jump lgiiii...



C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Thursday, April 26, 2012

~Yang Terakhir~




Aku punya mimpi denganmu
Pertama kalinya dalam hidupku, aku jatuh cinta yang begitu dalam pada seseorang.

Bertanya pada Tuhan, inikah jawaban mimpi-mimpiku selama ini?








Aku dan kau tentu saja tidak saling mengenal. Tidak!! Kita belum saling kenal .Tapi seolah aku sudah mengenalmu sekian lama. Kau begitu saja terasa sangat berarti bagiku.


Semakin aku menunggu, semakin aku melihat kelebihan-kelebihanmu.
Dan semakin indah kau di hatiku.





Kau dengan kelebihan-kelebihanmu menjawab segala penantian hatiku selama ini.
Penantian akan belahan jiwaku. 
Semakin melihatmu semakin yakin kau lah belahan jiwa ku yang hilang. Maka kerinduan hati pun memupuk semakin dalam. Subur oleh harapan




Bulan demi bulan berlalu hingga beranjak tahun.
Setahun berlalu
Lalu kita menjadi dekat, meski masih dalam bahasa yang hanya kita yang mengerti.




Dan hei.. ternyata kita memiliki banyak kesamaan. Kita sama-sama menginginkan hal-hal yang kita inginkan.Kita sama-sama memiliki kekurangan yang ada di diri kita. Kita sama-sama merindukan belahan jiwa..

Tetapi kita juga ternyata sama-sama batu. Kita sama-sama tidak mau mengakui *rasa itu*
(Ketika akhirnya kau menyadari rasa yang sama untukku)  Kita memasang topeng 
kepalsuan.




Berpura-pura menolak segala rasa yang ada diantara kita. Kita mulai menipu diri saat. kita berhadapan. Lalu kita saling membohongi diri sendiri..( lawak )
Perasaan kita mengapung begitu saja..Kita sama-sama tidak mampu membuatnya mendekat dan melekat..Kita menyimpan *rasa ini* yang sama-sama kita tahu..
Hingga akhirnya sampai pada satu titik. Aku mulai lelah.Tuhan, aku tak mau menyerah kalah. Aku terlalu mencintai mahluk ciptaan-Mu itu.
Lalu, dalam derap air mata dan rintihan hati terdalam serta langkah yang mulai tertatih-tatih, aku mulai mengurangi pertemuan denganmu.

Meski untuk setiap langkah yang aku tahan untuk menggapaimu, maka sebesar itu pula goresan pedih yang tertoreh di hati terdalamku.
Aku belajar melupakanmu meski itu artinya aku membunuh hatiku. Tuhan, hanya kau yang tahu aku tidak bisa melupakanmu. Jadi aku menghindarimu bukan karena aku mau melupakanmu. Tapi aku terus melaju, karena aku terlalu mencintaimu..
Dan kau tersadar. Kau mulai kecarian aku. Dalam bahasa yang hanya kita berdua yang mengerti, kau menjerit mencariku. Kau panik dan memanggil-manggilku.
Segala cara kau teriakkan agar aku mau mendekatimu lagi, memeluk hatimu seperti dulu.
Kau mengejarku. Kau terjatuh-jatuh mengejarku. Kau menangis. Kau takut aku pergi..
Tetapi kau selalu tahu, aku tidak pernah pergi. Kau tahu, aku takkan pernah sanggup meninggalkanmu.
Dan kau sebenarnya yang paling tahu, bahwa kau yang "tidak sanggup mencintaiku".

Itu mengapa kau sangat takut meraihku. Kau begitu takut menerima rasa sayang yang begitu besar yang telah kuberi padamu. Kau begitu khawatir rasa cinta yg tumbuh di hatimu untukku akan menghancurkanmu untuk kedua kalinya. Kau masih meragukan rintihan hati terdalammu. Kau benci kenapa harus mencintaiku. Kau larang hati terdalammu untuk jangan jatuh cinta padaku.
Lalu akhirnya kau benar-benar menghentikan langkahmu. Hati terdalammu sudah tak sanggup lagi menangis.  Ia hanya terisak dalam sunyi. Sisi keras dan matimu menuntunmu membuat keputusan. Lalu kau membuat keputusan.
Kau memohon-mohon pada hati terdalammu agar mengizinkanmu mengambil keputusan ini.








"Aku tak sanggup memperjuangkan cinta untuk belahan jiwamu", rintihmu pada hati terdalammu.
"Biarlah kita cuba memberi cinta pada bunga lain yang bersemi, yang sudah pasti siap menjemput dalam kepastian", pintamu pada hati terdalammu.
Hati terdalammu tetap tak bergeming.
Lalu, dalam rasa yang mati. Dalam tangis sunyi pecah di kisi-kisi hatimu.  Pada hati yang terdalammu yang telah hancur berantakan..
Disaat orang-orang terdekatmu bahagia dengan pengumuman itu..Disaat yang sama hati terdalam mu hancur berkeping-keping..
Kosong
Hampa
Sunyi
Tiada rasa..
Lalu kau hanya terpaku ditengah jalan ini.

Dan dalam bahasa yang hanya kita berdua yang bisa mengerti,
Aku mengucapkan selamat tinggal padamu.
Aku tidak tahu.. mungkinkah kau sudah mengucapkannya terlebih dahulu.

Hati terdalamku masih dan tetap mencintaimu.
Cinta ini sudah terlalu lama dan tidak begitu saja dapat kuhapus.
Jadi biarkan aku pergi, melaju.
Tapi aku tidak mau menghapus cintaku.
Biarkan aku melaju terus, meski bukan untuk membuang cintaku untukmu.
Aku melaju, hingga tiba saatnya nanti aku mampu meletakkan cinta dari hati terdalamku kepada insan lain, yang tidak takut pada jarak. 
Tidak takut pada sebuah komitmen dan hubungan.
Dan yang tidak pernah membohongi cinta dari hati terdalamnya.


Hati terdalammu masih berdegup kencang. Kau mulai merasakan perih menyayat-nyayat. Basah.. Kau merasakan hati terdalammu kembali menangis.
Lalu kau pun membalikan badan, melangkah lunglai.

Biarlah kau bawa hati terdalam mu yang berdarah ini pergi.
Berharap langkah mu yang tertatih ini selanjutnya dapat terus berjalan.
Dan berharap hati terdalammu suatu hari nanti akan memaafkanmu..

 "Dan biarlah bahasa yang hanya kita berdua yang mengerti itu... akan tetap menjadi milik kita" :)

( dan akhirnya aku sendiri keliru..ayat apakah yangku lakarkan kali ini, untuk siapa? kenapa? atas dasar apa? atau apakah aku kecewa? atau aku sudah lama biarkan taman ni sepi?) ..






C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

KiTa..





No matter what they said...No matter what they thought..we will always be TOGETHER..

              ~Kita sentiasa bersama dalam ketiadaan sesiapa hatta jasad sudah terpisah..~






:..Sejak Kau Tinggalkan Aku. Aku tidak Pernah Merasa Hidup.. :



: Kita BERKENALAN secara tak sengaja, adalah PERANCANGAN ALLAH.

: Kita BERKAWAN begitu lama bertahan pun, ALLAH yang RANCANG.

: Kita dikurniakan RASA SUKA antara satu sama lain juga, ALLAH yang BERI.

: Kita masih BERSAMA walau banyak dugaan menimpa, ALLAH yang ATURKAN.

: Kita dikurniakan KESEDARAN dan KEINSAFAN juga kerana, ALLAH SAYANG PADA KITA.

: Kita BERJAUHAN untuk mencapai REDHA-NYA juga, DIA yang RANCANG.

: Kita BERDOA untuk KEBAHAGIAAN masing2 juga, ALLAH yang DETIKKAN dalam hati kita.

: Kita Hampir untuk Disatukan menjadi pasangan Suami Isteri pun Saat yang Paling Membahgiakanku

: Namun Allah Uji Kita Berpisah Dengan Kematian jua adalah Allah Takdirkan..
Rasa hancur dan Separuh Jiwaku Kau Bawa Pergi...


~Dan akhirnya sendirilah aku dalam dunia kenangan bersama manisnya saat-saat bersamamu..Aku tidak pernah meninggalkan satu apapun laluan, akiviti serta tidak pernah padamkan jejak tapak kita berdua...






                                  ~Setiap saat aku ke sini hanya untuk diriku seorang diri..


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...