Thursday, April 28, 2011

.::.Sharing IS CaRing.::.


ssalamu'alaikum..
sahabat2 seperjuangan yg disayangi..,moga sentiasa di bawah limpahan rahmatNya
Sama-sama kita muhasabah diri sahabat2 sekalian...Pencerahan Jiwa..

KENAPA AKU DIUJI?

“ Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; ‘kami telah beriman,’sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang- orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta “
( Surah Al-Ankabut : ayat 2-3 )

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM- IDAMKAN?

“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. “
( Surah Al- Baqarah : ayat 216 )

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

“ Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. “
( Surah Al- Baqarah : ayat 286 )

RASA KECEWA?

“ Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang- orang yang beriman. “
( Surah Al- Imran : ayat 139 )

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

“ Wahai orang- orang yang beriman! Bersabarlah kamu ( menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara- perkara kebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). “
( Surah Al- Imran : ayat 200 )

“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang ; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang- orang yang khusyuk. “
( Surah Al- Baqarah : ayat 45 )

APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang- orang mukmin diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka… “
( Surah At-Taubah : ayat 111 )

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

“ Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. “
( Surah At- Taubah : ayat 129 )

AKU TAK DAPAT TAHAN!

“ … dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. “
( Surah Yusuf : ayat 12 )


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Wednesday, April 27, 2011

~DIARY SANG KEKASIH~


 **( coretan ,bukan dri karya ku hnya copy paste dari sebuah 'DIARY'..)

~Al-Fatihah utk sang empunya 'DIARY'..( Buat Cinta ku yg abadi )..



Membuyut dukaku di Tanah ILUSI..


Kemarin, ketika mendung di pagi hari, pelangi menghiasi dinding-dinding langit dan embun berjatuhan dari angkasa raya, aku terduduk diam menanti seorang bidadari.

Sekelumit kisah kubaca, mulai dari Tenggelamnya Kapal Van Der Wickh sampai dengan Ayat-Ayat Cinta, tak lupa kisah Sayap-sayap Patah pun ikut terjamah, bidadari ku belum juga terlihat batang hidungnya.
Terkesima aku dengan kebosanan, pagi telah berganti menjadi petang. Kudapati diriku duduk di kesendirian, mengais tanah cinta yang terlupakan.

“Mungkin ia telah lupa akan janjinya,” batinku, mengisi kekosongan waktu.
Aku bangkit, perlahan tapi pasti menuju pengola di halaman rumahnya yg bagai istana bagiku..
Rerama bertingkah seakan hendak mengejek kesendirianku. Meskipun begitu, aku begitu sayang pada taman ini karena bersamanya, aku punya kisah cinta.

Dari kejauhan, tampak seorang wanita. Tubuhnya langsing sederhana, mungil, jilbab merah muda menutupi belahan kepala. Sepasang kaca tipis menghiasi matanya, dengan jubah hitam menambah gaya. Aku terpana walau dalam gayanya yg sederhana..

Aku tersipu, dia gadisku. Janji di pagi hari, sampainya petang. Apa gerangan ia seperti itu. Kutanya padanya, ketika ia datang menyapa. Tergurat luka, berderai air mata. Pipinya yang bersih, kini tlah ternoda, bibirnya yang indah kini tlah terluka.

Dipeluknya tubuh yang kian berkurang. Diratapi nasib dengan semua racauan. Semakin lama, tangannya semakin kuat. Ku lepaskan dan ku lihat, matanya telah sembab.

“Aku tak akan hidup lama wakk,” ungkapnya dengan terputus-putus.

“Kenapa?” aku bertanya.

“Aku sakit, abngkan lebih tahu itu..Penyakit ini hnya akan mmbuat abang menderita seumur mencintai aku..” jujurnya padaku membuat aku menjadi pilu.

Aku tahu LEUKEMIA yg buah hatiku idap ini amat mnggoncng setiap harapan..terutama keluarganya dan jantungku bagai di rengut setelah sekian lama aku mngenalinya sebagai seorng gadis yg cukup ceria dan periang..

Jawabannya membuat lemas tulang sumsum ku. Aku tertunduk lesu dan menatapi tanah yang masih basah. Aku memang bukan siapa-siapa. Karena aku adalah mereka yang tertimpa bencana.

Kekasihku adalah orang yang berpunya. Selain harta, orang tuanya pun bertahta. 

Tapi aku manusia, yang punya ilmu dunia semata. Aku sedang menjejaki dakwah pimpinan ulama yang penuh karisma. Aku bukan santri, tapi aku seorang thaliban ( he.he, putriku marah bila aku kata aku hnya seorng Taliban ). 

“Aku tak ingin, kita dipisahkan. Mati pun aku rela demi bersamamu. Bawalah aku cinta yang ku impikan. Tapi aku sudah lemah begini ” bisiknya.

Hatiku gelisah, semua seperti mimpi. Kemarin aku baru saja menginjak kaki di rumahnya yang megah.

“Dinda, aku tahu dirimu adalah anak sang saudagar kaya. Aku tahu, engkau bidadari yang datang dari surga. Berbeda dengan aku. Aku hanyalah seorang yang hina dina, paling tidak dlm cintamu. Jika memang cinta kita tak direstui oleh takdir, aku kan membawamu kemana saja. Tapi beri aku waktu Tuhan.. 

Kata-kataku membuat ia terbaring di atas tanah yang mulai mengering. Suara Azan tak mampu membendung tangisan gadis yang kucintai. Wangi bunga tak mampu menghapus duka dua anak manusia. Aku pasrah, gadisku juga.

“Baiklah…jika itu pinta mu…aku kan menunggu dan mencintai mu. Kekasih ku yang gagah dan berjiwa ksatria, meskipun hari ini adalah hari terakhir untuk kita, satu kata yang ingin ku ucapkan di telingamu. Dengarlah bisikku hai Arjuna.” bisiknya padaku..aku ingat..dan ingat..

Aku berharap seperti itu gadisku, mimpiku di tanah ilusi tak kan pernah kuhiasi dengan bidadari lain yang ada. Aku kan menemuimu di dalam bunga tidurku, meski kita kan terpisah jarak dan waktu. Aku berjanji tak kan pernah mencari lagi cinta yang lain, karena telah kutasbihkan hidupku sebagai suamimu, walaupun Tuhan telah menakdirkan kita berpisah, tapi selamanya aku kan mencintaimu.

“Janjimu padaku akan ku ingat selalu…cintaku padamu tak kan pernah layu. Pergilah, jadilah anak yang berbakti, biar aku sendiri berteman sepi di tanah ilusi,” desahku padanya. Aku tinggalkan putriku di r
 anjang kenanya dgn segunung doa...

Ramadhan 3./.2010...MMU..

( maafkan aku..)


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

~**~PeLanGi SeLePaS HuJaN~**~



         **Bunga2 PELANGI DI HUJUNG MATA. Membias Warna2..**


Seringkali hati kecil mengadu sakit, seringkali jiwa meratap hiba. Dugaan dan ujian yang bertimpa-timpa, kadangkala menewaskan semangat yang ada.





Kadangkala kita berasa sendirian dan terasa betapa kita dipinggirkan. Ketika kita menyangka sudah tidak ada lagi yang bernilai dalam kehidupan dan yang kita lihat hanyalah jalan suram di hadapan.

Lantas kita marah kepada Tuhan, kita kecewa dengan ketentuan yang diciptakan. Kita menyalahkan takdir hitam dan saat itu sendu airmata mengaburkan kewarasan.

Lalu kita hilang pertimbangan, di antara keimanan dan rasukan syaitan. Kita hanya nampak jalan mudah untuk melepaskan diri, lalu ada yang seringkali memilih kematian sebagai penyelesaian.

Pernahkah sekali kita memahami alam?

Mengapa Tuhan hadirkan pelangi selepas hujan?

Mengapa Tuhan tumbuhkan bunga selepas kering-kontang?

Hanya daripada benih hitam yang kusam, apabila disirami hujan lantas berbunga cantik. Maka tersenyumlah alam. Betapa indahnya aturan Tuhan.

Mengapa tidak ada hujan berpanjangan atau sinar mentari yang menyinari alam?

Mengapa harus ada putaran alam seperti hitam malam dihiasi bintang?

Mengapa untuk tidak ada sekaligus dalam satu masa?

Mengapa harus hilang sesuatu untuk sesuatu?







Jawabnya senang.

Kerana tidak ada kemanisan tanpa ada kepahitan, dugaan dan rintangan. Mengecapi kebahagiaan memerlukan pengorbanan. Setiap kesenangan akan ada bayaran. Contohnya Tuhan hadirkan pelangi yang indah dan kicau burung yang menyanyikan kedamaian selepas hujan.

Biar hujan di dalam hati, pasti ada pelangi yang menanti.Warna indah mmbiaskn bahagia biar pun di atas butiran kaca2...





 ( yg terkurung di jiwa..)
Sejenak terfikir, saat ini air mata sudah kembali, mula menjadi teman setia, sehingga  tidak tahu bagaimana untuk menghentikannya. Seperti hujan, ia datang bersama awan hitam dan kelabu, melitupi cahaya suram sang mentari, malah pelangi juga sudah tidak lagi bisa bertandang menjadi penyeri hari. Harapanku,  semoga mendung ini berlalu pergi, membawa bersama awan hujan yang sarat dengan kelukaan dan keresahan, dan cuma tinggalkan di hatiku,  memori yang paling manis untuk diingati. Senyumlah wahai hati, biarlah hari-hari kembali berseri, walau tanpa keindahan warna-warna pelangi !!


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Tuesday, April 12, 2011

~Hati Yang TerLuKa~Air MaTa Yg MeNiTis~


 Asslmkmwtb...Utk jiwa2 yg lara..

Dr. ‘Aidh Bin ‘Abdullah Al-Qarni

Tidakkah engkau lihat bahawa malam ini
Bila telah sempurna kegelapannya
Pasti akan datangnya pagi hari dengan cahayanya






Seorang penyair berkata: bila anda mengetahui bahawa sesungguhnya anda telah bersumpah demi waktu bahawa anda akan mendapatkan segala yang anda inginkan dalam segala urusan di setiap masa yang anda lalui. Lalu ia juga telah bersumpah akan memberikan apa jua yang anda sukai, maka pantas saja anda bersedih hati jika kehilangan setiap peluang yang tidak pernah tercapai.

Wahai Hatiku dengarlah...

Jika anda telah mengetahui tabiat pengambilan dan pengembalian, pemberian dan pencegahan yang dilakukan oleh hari-hari yang anda lalui dan bahawa hari-hari itu tidak pernah melupakan suatu anugerah yang telah diberikannya, melainkan ia akan kembali mengambilnya dari anda dan memang demikianlah ketentuan dan tabiat masa terhadap semua Bani Adam, baik bagi yang tinggal di dalam istana mahupun yang tinggal di rumah sederhana atau di kolong saja, baik bagi orang yang telah meraih puncak keberhasilannya mahupun bagi orang awam yang sederhana hidupnya, maka rendahkanlah nada kesedihan anda dan usaplah air mata anda. Kerana bukan hanya anda yang pertama kali terkena kesan racun zaman, dan musibah atas diri anda bukanlah yang pertama dan terakam dalam daftar musibah dan penderitaan.




Allah SWT berfirman:

“Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga pada hal kamu belum didatangi ujian seperti yang dialami oleh orang dahulu. Mereka ditimpa kepapaan, penyakit dan ketakutan sehingga berkatalah rasul dan orang yang beriman bersamanya : “Bilakah akan datang pertolongan Allah ?” . Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat.”

                                                                                             (Surah Al-Baqarah: Ayat 214)


Ayuhlah hatiku yang terluka ubat saja dengan rasa redho dan qanaah...
Ayuh air mataku..jangan menitis lagi atas setiap kehilangan..Perdilah ke sudut jauh..rendamkan dendam..menjadi baja insaf..

Luruhkn saja hujan derita menjadi banjir kasih yang putih..Mengakulah pada diri dan berdamailah pada hati..
Biar saja sakit itu menjadi ‘kamu’yakni hatiku dan mereka yang sama sepertiku satu kelegaan yang tiada tolok tandingnya bila kamu labuhkan dahi di altar suci. Bila dahi sudah cecah sejadah maka lenyaikan semua derita itu agar gugur menjadi bibit cinta pdNya..





 C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Sunday, April 10, 2011

..::.DaLaM ReNai HuJaN..::.



                                       **  BiLa ReSah BeRsEnNANdUNG RiNdU **




Dingin menyergap kala langit kan turunkan hujan
Hembusan angin kala itu

 seakan membawa kembali sejemput kerinduan
Kerinduan yang coba kutepiskan









Perlahan sang hujan basahi bumi manja..

Namun apalah daya, karena kuhanyalah seorang insan
terlanjur  menikmati harmoni alam ini
tengelam jua banjir kasih..
Seiring api harapan yang senantiasa terangi ruang hati
Bersamanya terus bergelora azam dalam diri

Hujan kini terhenti
tinggalkan tetes-tetes air diranting pepohonan
sekilas kulihat mawar merah dihalaman sana
ingin rasanya kupetik mawar merah yang indah nan menawan
'Tak kan kuucap Cinta itu..'

Namun sejenak ku berpikir…
Bukan..bukan hanya mawar merah
lebih dari itu, ingin kusertakan untukmu Al-qur’an dari mekah (sebelum ku ucap kalimat )..
yang kan iringi cinta ini kelak hingga merekah dan bersemi indah
dalam iringan ridho dan balutan barokah







apalah artinya mawar itu tanpa ikhlasmu?
apalah artinya mawar itu tanpa ikrar katamu?
apalah artinya mawar itu tanpa indah tatap matamu?
apalah artinya mawar itu tanpa hangatnya kasih sayangmu?

Kanda..belahan jiwa, mawar itu kan berarti dan nampak lebih indah dan mewangi
saat kau ada disisi untuk temani dan harungi hari
menggapai keridhoan dan barokah Ilahi Robbi…



Kerna agama adalah syarat cintaku..
Berqalamkan taqwa..
Bermaharkan syahadah..









C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNY

Monday, April 4, 2011

~Aku~



Asslmkmwtb.
Selamat malam..entry utk malam ni..rasanya ni je..sbb demam, batuk & flu ni.hu..hu..tersumbat semua..nak titun pu x lena...
Aku lah wanita itu..he..he.. tata..jumpa lagi esokkkk...

kata akhirku..maaf dan ampunkan aku seandainya sepanjang bsama kali aku terkasar bahasa tersilap kata..
TIdur ni adalah kematian kecil..yang aku amat risau akan mmbawa pd kematian besau..oleh itu...sebelm terlambat..maafkan aku...




C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

Saturday, April 2, 2011

~MaMa~



”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” QS. 17 : 23


 

Kudengar kokok ayam jantan di pagi buta. Saat sebahgian manusia masih terlelap dan sebahgian lainnya terjaga. Disepertiga malam kucoba untuk kembali bermuhassabah. Tentang cerita pada hari yang lalu, hari-hari yang penuh dosa dan amarah. Kubuka pintu kamar dan kulihat ibundaku tercinta sedang bersujud dengan mukena putih ditemani sajadah diruang keluarga, tempat biasanya dulu kita selalu berkumpul bersama untuk sekedar melepas lelah dan berbagi cerita. Segera kubergegas untuk melakukan thaharah. Lalu bersujud ditemani peluh airmata. Dalam sujudku teriring doa untuk mamaku yang sangat kucintai,,.

Selesai bermuhassabah, kuhampiri mamaku. Kuraih tangannya, seperti biasa lalu kuucapkan dengan lembut
“umi”.sambil kucium tangan yang begitu halus dan penuh kelembutan itu.
“dah azan sayang?” jawab mamaku penuh kelembutan dan sayang, pipinya tampak basah oleh airmata.

Terbayang wajah mama yang mulai menua ketika kumenelusuri jalan yang sepi di sudut kamarku.. Wajah yang begitu tabah, kadang kudengar ia sesengukan karena begitu berat beban yang dipikulnya. Senyum mamaku tercinta yang selalu mengembang. Karena cintanya yang begitu tulus kepada anak-anaknya tersayang. Mamaku adalah sumber mata air cinta dan semangat jiwa yang memnacar begitu deras didasar jiwa. Mengalir mengisi kekosongan dan menjadi tsunami yang luluhlantakan kesombongan waktu.

( masa kecilku ).Sesampainya dirumah kudapati sarapan sudah tersedia. Dan beberapa pekerjaan rumah yang memang harus dikerjakan sudah selesai terlaksana. Tak dapat kubayangkan betapa besar perjuangan mama, yang harus bangun pagi untuk menghadapNya lalu lakukan kewajiban sebagai seorang hamba. Senantiasa relasikan amal dengan ibadah. Maka selalu mengalir doa atasmu wahai mamaku tercinta.

Tak sengaja kubertanya

”mama tak penat ???”

”Tak sayang”, aku mngerling tubuh umi kan tidak sebugar dulu ketika masih muda. Lelah sangat ku ladani, Jadi semangat lagi. jawab mama tersenyum.
"yg utama adik harus jadi insan yg mulia, belajar, rajin solat dan habiskn Quraan tu sebelam datangnya Ramadhan..Ramadhan blh khatam lagi.." mama tersenyumm..
"nanti boleh mama masak pulut kuning lagi ya.." senyumku malu, bukn aku suka pun tapi nk ratah rendang ayam kampung yg mama buat tu..sedaaappp..


Karena hati wanita itu begitu tipis dan lembut, mudah terkoyak dan hancur.

“ma, insya Allah adik ingat selalu pesan mama, adik mohon doa dan restu mama...”

”doa dan restu umi selalu atas diri kalian.”

”terimakasih yah ma..” airmata ini sudah tak terbendung, lalu kuhanyut dalam dekapan mama Menangis sejadinya, begitu bersyukur atas karunia Allah yang dititipkan melalui kasih saying mama yang begitu luas tak terkira.

Mentari dhuha yang kini kembali hadir menyapa diri. Sinarnya yang begitu hangat, yang biaskan pelangi dari embun pagi. Yang membuat hari ini begitu berarti, karena Allah masih memberikan nafas. Setiap hembusan nafas yang merupakan kesempatan. Kesempatan untuk jalani hari, semata-mata untuk beribadah kepadaNya dan berbakti kepada kedua orang tua, ibu..ibu...ibu dan ayah. Kepada seorang wanita yang bermahkotakan Ibu, ikatan yang tak akan pernah pudar. Tautan antara darah dan akidah, dan Rahmat dari Allah, Sang Penguasa Semesta.

Kini semuanya sudah tiada, aku bagai dedalu menumpang kasih ibu yg bukan melahirkan tapi masih tulus dan murni menjadikan aku seorng anak..TQ GOD..


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

~Biarkan SaJa DeRiTa Itu!~



Aku sudah serahkn cintaku padaNya, dalam tidur dan jagaku sudah ku tambatkan PadaNya dengan tanpa ragu dan aku damai kini..
Aku merasa resapan bahgia yang membetung dalam benakku sehingga aku bisa bangkit utk cinta ini.

.


Jauh sudah aku berjalan mngores mimpi mnganyam kenangan, kini aku harus kumpul semuanya,dlm sebuah peti ingatan,ku kunci,jaga jgn ada sawang dusta dan curang mnganggu..Itulah nilai kesetiaanku..
Sudah dua minggu dia pergi dan seminggu aku mngetahui..aku merasakn hari2ku penuh Tanya Tanya dan bagai mimpi..Rujuk pd waktu aku mnjadi tambah keliru dan rapuh..Atau aku harus biar saja rasa ini mngundang mendung..
Aku cuba mengisi hari-hariku dengan kepura-puraan,  aku ketawa, aku senyum dan aku berlari serta buat apa saja rutinku dan yg paling aku suka duduk di satu sudut yang sunyi..tanpa gangguan, itu paling indah padaku serta ziarah pusaranya kerana itu amat damai bagiku..

“Cantik dan ok dah gambar ni kat sini, apa pendapat u”

“Hah?? Macam ni cantik?? Mata u senget ke gambar ni tegak?”

“Loh..dah hamper satu jam i atur gambar ni dan satu tempat yg paling sesuai dengan bingkai dan mood potret monalisa melanau ni, hanya sudut ni yang tersesuai bagi M.e..”sungguh2je rupa dia bcakap..aku hnya mnecebik bibir..

“Macam ni..tengok baru Nampak sempurna wakk..he.he.” jari gatal ku menolak sedikit bingkai potretku menjadikn bingkai yg memang di akui sudah terletak cantik menjadi senget 35%, berkerut wajah abng, kerlinganku tepat pada dahinya yang berkerut dari tadi..pasti dia tahu aku mula cari onar. Kepalanya di sengetkan..spontan dia tersenyum seperti selalu..aku mula rasa rimas dan meluat..

“ooo, emm rupanya sudah cukup sempurna yag, x sangka senget ni betul2 abstrak erk.” Abng mula meledakkan bomm bahasanya..aku terkejut dengan jawapannya, aku fikir dia marah or tolak semula, sbb itulah yang aku mahu..tapi sebaliknya..eeeeeeeeee  geramnya..

Aku tinggalkan dia dengan buah ketawa yang mcm selalu..Sakit hati aku..Dia menang lagi..

‘Padan muka aku’..

Panas rasa mataku, aku seka rupanya air mataku tak pernah kering akhir2 ni walau pun hampir seminggu dah aku menangis macam orng tak betul.Bukan kehendakku..aku tak mau nanges..tak mau..tak mau.. tak mau..





Biarkn saja derita bertapak..

Aku harap satu masa ia bercambah menjadi pohon kenangan

Yg pastinya aku akan sentiasa berteduh di bawah,

Antara damai dan syahdu berbuah cinta..,.,


C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...