Sunday, November 25, 2012

Hujan Itu..



 PUTRA KATAKKU...

TiKa HuJan TerJun DaRi LanGitNya..




Mengetik kesah. Mendelete duka. Mengedit cinta. Mempostingkan hidup..

Jadi adalah omong kosong jika ada sesorang yang ingin jadi penulis tapi tidak suka membaca ..( seno Gumira Ajidarma )..

Sebelum ini,aku rasa aku sudah mngerti apa itu rindu..tapi sejak hari kelmarin aku ‘baru saja faham rupanya’. Aku baru faham kalau rindu iu tidak serumit kata-kata pujangga dalam novel roman picisan mereka. Tidak juga seluas makna dalam kamus dewan bahasa..Dari kelmarin sebenarnya rindu itu sederhana. Ketika melihat mu berjalan perlahan menghampiriku, keluar dari kereta dengan segurit senyum yang cukup bagai salju di hatiku. Di tangan mu handphone..Waktu itu aku tidak dapat percaya orang yang selalu ku cari dalam bait mimpi malam ku berada di hadapan mataku.. Aku berusaha bersikap biasa-biasa, dengan langkah di tegak-tegakkan, padahal aku gementar bagai anak kucing yang di mandi dengan air batu..:p. Debaran jantungku sudah tak terkira kiraan biasa.. Aku buru-buru saja meraup dan mngucup tanganmu, dan lantas melabuh cepat punggungku dalam perut kereta..biasa bersandar cepat agar gugupku tidak kau tangkap..buat malu je.ahakk

Rindu itu sederhana..( bisikku tika kau duduk di sebelahku. Berdua menatap hujan yang bagai tidak mau reda di musim tengkujuh pada tarikh November ..Seolah melengkapkan skrip Tuhan, bahawa ia tahu hati kita resah dan risau ingin berlama-lama. Kalau di dengarkan, hujan itu selalu menceritakan tentang aku, kau dan kenangan. Hingga saat ini aku sering bertanya pada siang, apakah akan ada hujan seperti kelmarin?. Aku ingin titipkn rindu pdmu.. Biar bisikan itu menyelinap pada berjuta2 titisannya. Walaupun hujan kelmarin petang menyimpan genangan untuk malam ini, aku semakin senang menanti hujan sekarang..Aku merasakan selalu ada kamu dalam hujan.. Katak berokestra..adushhh..syahdu gabungan suara itu tatkala kulabuhkan kepalaku di bantal keras buatan tangan mak sendiri.. tau je apa dalam.. ni yang merindu ‘putra katak’.





Aku tahu sayangmu tidak pernah padam buatku..

Ermm, rindu yang sederhana duduk bersisipan di sampingmu, lalu kita berdua berdiam itu perbincangan yang paling melelahkanku..Aku mengetupkan kedua telapak tangan, menghalau dingin. Tampak tenang tapi mengoyak-goyak di dalam. Saling mencari apa yang di fikir dan tersemat di lubuk jiwa nan dalam. Tapi kamu pandai, suka buat aku ketawa, lucu dan bercerita.. Kadang aku buat ketawa, walau pun aku tahu tang mana yang lucu dan kenapa aku ketawa...syaratnya aku tidak terpenjara oleh sepi.





Hujan turun dingin lagi, mngolah rinduku yang sederhana namun bergelora, ada saat kita sama terbahak.. Ketika itu juga kita saling bertatapan dan aku suka membuang wajahku kerana malu, memang aku tidak mampu bertatapan. Menatap matamu membuat aku lemas, sesak nafasku, apa lagi merasa dinginnya bibirmu di jemariku. Membuat aku menahan nafasku, memaling wajah, menutup mataku. Mencuba meredakan hujan di dalam dadaku. Sejak detik pertama pertemuan kita, di depan sayu matamu aku kian memahami. Di hatimulah aku menjatuhkan diri sebagai cinta..

Sehingga tiba waktu untuk kita berundur dari hujan pertemuan, adakah kau menyesal bertemu denganku?. Jawapanmu ku catit dengan detail dalam diari hatiku. Bertintakan hujan rasa. Katamu “ aku semakin sayang padamu, sangat sayang, aku ingin memelukmu rapat-rapat dalam darahku..” Dan aku juga ingin memelukmu seketat-ketatnya, tapi aku tidak ada keberanian selagi aku tidak halal bagimu..

Kata Luciano Crescenzo dalam bukunya..’Saya ingin memelukmu tapi keberanianku belum cukup untuk itu. Untuk  dapat terbang seseorang manusia harus berpasangan dengan manusia yang lain, kerana ia hanya mempunyai satu sayap, sehingga ia harus melengkapinya dengan sayap milik orang lain. Dan aku pun mengikhlaskan satu sayapku itu pergi. Yakin ia kembali kerana sayap itu tidak bisa terbang tampa sebelah yang lain. DI SINI...’

Dan hari ini adalah irama terindah bagiku bila terdengar lagi nyanyan sang katak seolah seorang putra mamper ke bibirku tika ku labuhkan kepalaku ke pembaringan ini.. Rinduku menjadi luar biasa kesederhanaannya..:-) Walaupun aku tak mampu mengkhabarkan padamu ia tidak boleh jadi sederhana dahh..ahukk. Bersamamu, sedekat ini, jantungku menyiksaku dari seksa kelmarin, kian memberat..

Satu masa nanti jika jodoh kita di pertemukan lagi.. engkau akan pasti melihat rindu yang tidak sederhana lagi di pelupuk mataku.. Sejelasnya engkau akan mengerti tentang khabar deru hujan rindu di jiwaku.. ‘PUTRAKATAKKU’..




C.I.N.T.A ADALAH ANUGRAH, PELIHARALAH IA SEMENTARA KITA MASIH MERASAI KEUJUDANNYA...

No comments:

Post a Comment